Header

Sabtu, 14 Januari 2012

Karya Tulis Ilmiah _ Keanekaragaman Bahasa Dibanten

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk berinteraksi, beker sama, dan mengidentifikasikan diri dalam suatu masyarakat bahasa. Anggota masyarakat bahasa biasanya terdiri atas berbagai status social dan latar belakang budaya yang berbeda. Perbedaan tersebut berdampak pada variasi penggunaan bahasa oleh masyarakat. Berkaitan dengan variasi bahasa, ada tiga istilah yang perlu diketahui, yaitu idiolek berkaitan dengan variasi bahasa perseorangan, dialek merupakan variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok masyarakat pada suatu tempat atau suatu waktu, dan ragam yang merupakan variasi bahasa yang digunakan untuk situasi tertentu (formal dan nonformal).
Pada dasarnya dialek merupakan salah satu kajian linguistic, yaitu dialektologi yang mengkaji secara utuh. Namun perbedaan itu tidak sampai menyebabkan munculnya bahasa yang berbeda. Perbedaan tersebut tidak mencegah mereka untuk secara keseluruhan merasa memiliki satu bahasa yang sama. Oleh karena itu, cirri utama dialek adalah perbedaan dalam kesatuan dan kesatuan dalam perbedaan.
Selanjutnya dikemukakan bahwa dialek ini memiliki dua ciri, yaitu :
1.      Seperangkat ujaran setempat yang berbeda-beda, yang memiliki ciri-ciri umum dan masing-masing lebih mirip sesamanya dibandingkan dengan bentuk ujaran yang lain dari bahasa yang sama.
2.      Dialek tidak harus mengambil semua bentuk ujaran dari sebuah bahasa.
Variasi bahasa tersebut diduga terjadi di daerah Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon Banten karena di sana ditemukan masyarakat penutur bahasa Sunda dan masyarakat penutur bahasa Jawa. Berdasarkan hal itu, Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon diambil sebagai daerah titik pengamatan untuk melihat wilayah mana saja yang termasuk kantung bahasa Sunda dan kantung bahasa Jawa. Hal ini sekaitan dengan tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui kondisi keaneka ragaman bahasa di Banten khususnya Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon Banten.
  Dengan adanya pengetahuan terhadap kondisi kebahasaan di Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon tersebut diharapkan diperoleh gambaran umum kondisi kebahasaan di Kota Cilegon Banten, dan penerimaan bahasa pada tataran kosakata yang sekaitan dengan keaneka ragaman bahasa, khususnya dalam kajian dialek secara lengkap.
Berdasarkan data-data diatas, penulis tertarik untuk menyusun laporan penelitian mengenai dialek bahasa yang bervariasi pada suatu daerah dengan judul “Keaneka Ragaman Bahasa Di Banten”. Khususnya di Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon. Dengan melakukan penelitian ini, penulis ingin mengetahui ragam variasi dialek bahasa daerah yang ada di Kecamatan Pulomerak dilihat dari struktur kosakata dan juga letak dialeknya.

1.2. Identifikasi Masalah
Sesuai dengan latar belakang yang telah dijelaskan diatas bahwa yang menjadi masalah penelitian ini adalah Variasi bahasa yang terjadi di daerah Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon Banten.

1.3. Batasan Masalah
Ruang lingkup penelitian ini hanya di daerah Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon yang di ambil adalah 2 titik pengamatan yaitu Desa Mekarsari dan Desa Tamansari.

1.4. Rumusan Masalah
Sebagaimana telah dijelskan bahwa penelitian Ragam Bahasa Banten ini diperlukan untuk melihat gambaran umum kondisi kebahasaan yang terjadi di daerah titik pengamatan. Yaitu di Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon. Adapun masalah-masalah yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.       Bagaimanakah deskripsi pernedaan bahasa yang terjadi di Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon Banten berdasarkan perbandingan dari Desa Mekarsari dan Desa Tamansari.
b.      Bagaimanakah pemetaan dialek di Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon Banten.

1.5. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah sebagai berikut :
a.    MeMemperoleh gambaran tentang keanekaragaman bahasa yang ada di Banten, khusunya Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon Banten.
b.    Memetakan dialek di Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon.

 1.5. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kebahasaan di daerah Kota Cilegon khususnya Kecamatan Pulomerak, dan sebagai upaya pelestarian dan pemertahanan bahasa daerah yang ada di Indonesia.

1.6. Definisi Operasional
Definisi operasional yang berkenaan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut :
A.      Keanekaragaman Bahasa Akan Dialek Daerah di Kecamatan Pulomerak adalah penelitian pemakaian bahasa Daerah (Bahasa Sunda dan Jawa) di wilayah Kecamatan Pulomerak dan berusaha menggambarkan dialek yang dipakai di wilayah Kecamatan Pulomerak dengan wujud pemetaan.
B.       Kosakata dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah daftar kosakata yang berhubungan dengan :
a.       Kata ganti, sapaan, dan acuan
b.      Bagian Tubuh dan
c.       Sistem kekerabatan.
 
BAB II
PRMBAHASAN

2.1. Deskripsi Bahasa Di Kecamatan Pulomerak
Dalam rangka memetakan gambaran kebahasan di Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon Banten, langkah yang ditempuh Peneliti adalah menjaring data kebahasaan di lapangan. Variasi atau Dialek kebahasaan di wilayah Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon menampilkan 2 titik pengamatan yang dijadikan sampel, yaitu Desa Mekassari dan Desa Tamansari.
Data yang dikumpulkan di lapangan itu berjumlah 35 pertanyaan berdasarkan kosakata yang berkaitan dengan kata ganti, sapaan dan acuan juga kosakata bagian tubuh dan kosakata yang berkaitan dengan sistem kekerabatan.
Daftar pertanyaan tersebut terdiri atas 7 kosakata berkaitan dengan kata ganti, sapaan, dan acuan; 20 kosakata berkaitan dengan bagian tubuh; dan 8 kosakata berkaitan dengan system kekerabatan yang ada di wilayah yang diteliti.

2.2. Perbandingan Kata
Pada bagian ini akan dibahas beberapa kasus bagaimana bentuk kosakata dasar yang telah dimodifikasi untuk berbagai kata dalam bahasa daerah Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon Banten. Satu konsep dapat saja hanya terdiri atas satu berian, akan tetapi dapat juga satu konsep diwakili oleh beberapa berian. Uraian persebaran Kosakata dan beriannya terdapat pada tabel berikut :

2.2.1. Kosakata kata ganti, sapaan dan acuan :
Kosakata
Bahasa Di Desa Mekarsari
Bahasa Di Desa Tamansari
Dia
Manehna, Sire dan dia
Sire dan dia
Kami
Urang, abdi dan kita
Kita dan kami
Kamu
Maneh, sire dan kamu
Sire dan kamu
Nama
Nami, aran dan nama
Aran dan nama
Perempuan
Awewe, wadon dan perempuan
Wadon dan perempuan
Saya
Abdi, Kite dan saya
Kite dan Saya
Orang
Jelema, Uwong dan orang
Uwong dan Orang

 2.2.2. Kosakata Bagian Tubuh :
Kosakata
Bahasa Di Desa Mekarsari
Bahasa Di Desa Tamansari
Alis
Halis dan alis
Alis
Dada
Dada
Dada
Daging
Daging
Daging
Dagu
Janggu, Gado
Dagu, Janggut
Dahi
Sirah Saentik dan Batok
Batok
Darah
Geutih dan darah
Getih
Gigi
Huntu dan gigi
Untu
Gusi
Gugusi dan gusi
Gusi
Hati
Hate dan hati
Ati
Hidung
Irung dan hidung
Cungur
Ibu jari
Jempol
Jempol
Kulit
Kulit
Kulit
Kutu
Kuar dan kutu
Tuma
Lemak
Lintuh dan lemak
Gajih dan lemak
Lidah
Letah dan lidah
Ilat
Mata kaki
Kengkeongan dan mata kaki
Mata kaki
Perut
Beuteung dan perut
Weteng
Pinggang
Cangkeng dan perut
Beboyok
Pundak
Taktak dan Pundak
Punduk
Pusar
Bujal dan pusar
Udel

 2.2.3. Kosakata Sistem Kekerabatan :
Kosakata
Bahasa Di Desa Mekarsari
Bahasa Di Desa Tamansari
Adik
Adi dan adik
Adi
Anak
Budak dan anak
Anak
Ayah
Bapa dan ayah
Bapak
Kakek
Aki dan kakek
Bapak tua
Nenek
Nene dan nenek
Nini
Istri
Pamajikan dan istri
Rabi
Kakak
Lanceuk dan kakak
Kakang
Mertua
Mitoha dan mertua
Mertua

BAB III
METODE DAN TEKNIK PENELITIAN

3.1. Metode Kajian
Senada dengan tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini, yakni berusaha menggambarkab secara objektif dan tepat aspek keaneka ragaman bahasa yang ada di Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon Banten, maka penelitian ini bersifat deskriptif. Perlu dicatat bahwa penelitian ini tidak mempertimbangkan benar dan salahnya penggunaan bahasa oleh penuturnya sehingga data bahasa tersaji apa adanya. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data ialah metode pupuan lapangan meliputi pencatatan langsung dan perekaman. Pada teknik pencatatan peneliti secara langsung mencatat berian yang dijawab oleh informan. System pencatatan menggunakan transkripsi fonetis. Sedangkan teknik perekaman dilakukan untuk mengantisipasi terdistorsinya data hasil pencatatan.

3.2. Populasi Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dialek kebahasaan dalam bahasa daerah yang dipergunakan masyarakat di seluruh desa Kecamatan Pulomerak berupa aspek keanekaragaman bahasa yang ada di Banten.
  
3.3. Sampel Penelitian
Sampel penelitian ini berjumlah 35 Kosakata, terdiri atas 7 Kosakata berkaitan dengan kata ganti, sapaan, dan acuan; 20 Kosakata berkaitan dengan bagian tubuh; dan 8 Kosakata berkaitan dengan sistem kekerabatan, yang dipergunakan masyarakat di 2 desa yang ada di Kecamatan Pulomerak (Desa Mekarsari dan Desa Tamansari), berupa aspek keanekaragaman bahasa di Banten.

3.4. Sumber Data
Adapun yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah informan yang yang memenuhi syarat-syarat :
a.       Penduduk asli Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon
b.      Berjenis kelamin Pria dan Wanita
c.       Berusia antara 20-40 tahun (tidak pikun)
d.      Berpendidikan maksimal SMA atau SLTA
e.       Berstatus social menengah
f.       Dapat berbahasa atau mengerti Bahasa Indonesia
g.      Tidak cacat berbahasa dan memiliki pendengaran yang tajam untuk menangkap pertanyaan-pertanyaan dengan tepat.

3.5. Data Korpus
Data yang didapatkan dari para sumber data adalah jawaban lisan dari daftar pertanyaan yang diajukan. Data tersebut berupa :
a.       Kosakata bahasa yang digunakan oleh masyarakat setempat
b.      Biodata pembahan
c.       Data wilayah yang ditempati informan, dan
d.      Berupa hasil wawancara, baik secara pertanyaan terarah, bertanya langsung atau tidak langsung kepada kosakata yang ditanyakan.
 
3.6. Teknik Penelitian
3.6.1. Teknik Pengumpulan Data
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan metode pupuan lapangan, yaitu pencatatan langsung serta perekaman.
Adapun langkah-langkah teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.       Observasi, dimaksudkan untuk memperoleh data tentang gambaran daerah penelitian.
b.      Studi lapangan yang mencakup :
1.      Bertanya langsung ke hal yang ditanyakan.
2.      Cakapan terarah, yaitu memulai pembicaraan dengan hal-hal yang sangat umu kemudian ke hal yang ditanyakan.
3.      Bertanya untuk memperoleh jawaban berganda.
4.      Rekaman dan wawancara.

3.6.2. Teknik Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan dengan menganalisis data, peneliti membagi penganalisisan ke dalam Empat tahap pengerjaan, diantaranya adalah : Proses transkripsi, klasifikasi, pemetaan, dan pembandingan antar titik daerah pengamatan. Pertama data bahasa hasil wawancara yang telah didapat selanjutnya ditranskripsi secara fonetis. Kedua, setelah data tersebut ditranskripsi fonetis, setiap berian diklasifikasikan berdasarkan aspek keanekaragaman bahasa Banten. Pada penelitian ini, aspek yang akan dianalisis hanya tataran perbedaan atau perbandingan bahasa yang ada antara Desa Mekarsari dengan Desa Tamansari di Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon Banten. Jalannya penelitian dapat dilihat dalam table berikut :

3.6.3. Tabel Kegiatan Penelitian
Tujuan Kegiatan Hasil
1.      Inventarisasi bentuk bahasa yang terdapat diseluruh daerah titik pengamatan 1. Persiapan :
a.       Penyusunan draf penelitian
b.      Penentuan daerah titik pengamatan
2.      Sosialisasi Penelitian :
a.       Uji coba penelitian atau latihan penelitian dalam pewawancaraan.
3.      Pengumpulan data :
a.       Pemilahan pembahan (Informan)
b.      Pengambilan data atau proses wawancara
c.       Pentranskripsian data wawancara
d.      Draf Penelitian
e.       Terpilihnya lokasi penelitian
4.      Penelitian siap dilaksanakan dengan kesiapan yang ada.
a.       Terpilihnya informan pada setiap titik daerah pengamatan
b.      Data kebahasaan tercatat atau terkumpul
c.       Data ditranskripsi fonetis
5.      Mendeskripsikan perbedaan unsur-unsur kebahasaan dan pemetaan perbedaan-perbedaan tersebut. 4. Analisis data :
a.       Mengfklasifikasikan berian berdasarkan aspek keaneka ragaman bahasa yang ada.
b.      Mengidentifikasikan perbedaan pada tataran keaneka ragaman bahasa di Banten.
c.       Memindahkan data yang sudah diidentifikasikan ke dalam bentuk tulisan yang serapih mungkin.
d.      Klasifikasi berian berdasarkan aspek keaneka ragaman bahasa yang ada
e.       Perbedaan pada tataran keaneka ragaman bahasa di Banten.
f.       Memperoleh data fonetis dari keseluruhan berian yang digunakan

 3.7. Deskripsi Daerah Penelitian
3.7.1. Gambaran Umum Daerah Penelitian
Kecamatan Pulomerak terletak strategis di Ujung Barat Pulau Jawa merupakan perlintasan Arus Barang dan Jasa baik yang menuju Pulau Sumatra Maupun yang menuju Pulau Jawa, Keadaan alam Kecamatan Pulomerak yang mendukung Kegiatan Sektor Industri, juga tinggi siklus Perekonomian di Wilayah Pulomerak yang mendorong pertumbuhanInvestasi baik berskala kecil, menengah dan besar. Dan kondisi masyarakat yang heterogen.

3.7.2. Visi Kecamatan Pulomerak
“Mewujudkan Kecamatan Pulomerak yang transformative dan Informatif dalam peningkatan kualitas pelayanan menuju masyarakat sejahtera”.

3.7.3. Misi Kecamatan Pulomerak
1.      Menerapkan tranformasi birokrasi dalam menjalankan fungsi pelayanan dan pemberdayaan kepada masyarakat.
2.      Menerapkan e-govemment dalam menjalankan fungsi pelayanan dan pemberdayaan kepada masyarakat.
3.      Meningkatkan potensi perekonomian Kecamatan melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
4.      Meningkatkan fasilitas dan utilitas penunjang sector industri, perdagangan dan jasa.
5.      Menciptakan keseimbangan dan keselarasan tata ruang wilayah serta kelestarian lingkungan hidup.

3.7.4. Tujuan dan Sasaran Misi Kecamatan Pulomerak
Misi 1 : Menerapkan transformasi birokrasi dalam menjalankan fungsi pelayanan dan pemberdayaan kepada masyarakat.
Tujuan : Meningkatkan kualitas dan pelayanan yang berdaya saing pada masyarakat sesuai dengan ketentuan dan perkembangan jaman.
Sasaran : Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan kepemerintahan yang prima dalam upaya menyejahterakan rakyat.
Misi 2 : Menerapkan e-government dalam menjalankan fungsi pelayanan dan pemberdayaan kepada masyarakat.
Tujuan : Penyediaan sarana dan prasarana penunjang sistem informasi pemerintah kecamatan yang terintegrasi dalam sistem e-government pemerintah Kota Cilegon dalam penyediaan informasi pemberdayaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Sasaran : Tersedianya kemudahan akses masyarakat dan pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
Misi 3 : Meningkatkan potensi perekonomian kecamatan melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Tujuan : Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam upaya pemanfaatan sumber daya perekonomian.
Sasaran : Peningkatan taraf hidup masyarakat dengan pemanfaatan sumber daya ekonomi yang potensial di wilayahnya.
Misi 4 : Meningkatkan fasilitas dan utilitas penunjang sektor industri, perdagangan, dan jasa.
Tujuan : Terlaksananya pembangunan kewilayahan yang berkesinambungan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sasaran : Terwujudnya prasarana dan sarana berupa fasilitas umum dan fasilitas sosial sebagai penunjang kegiatan pembangunan.
Misi 5 : Menciptakan keseimbangan dan keselarasan tata ruang wilayah serta kelestarian lingkungan hidup.
Tujuan : Terciptanya keselarasan dan harmonisasi pembangunan yang terintegrasi dengan lingkungan sekitar.
Sasaran : Terwujudnya penataan wilayah kecamatan yang tertib sesuai dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) dan karekteristik wilayah.

3.8. Data Monografi
3.8.1. Letak Geografi dan Keadaan Alam Kecamatan Pulomerak
Kecamatan Pulomerak secara geografis terletak antara 50 851 – 60 101 Lintang Selatan dan 1050 91 – 1060 21 Bujur Timur, dengan batas-batas wilayahnya :
Ø  Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Puloampel
Ø  Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Bojonegara
Ø  Sebelah barat berbatasan dengan Selat Sunda
Ø  Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Grogol
Wilayah Kecamatan Pulomerak sebagian besar adalah daratan rendah yang memiliki ketinggian kurang dari 500 mdpl. Dan memiliki banyak pegunungan dan letak pesisir laut yang sangat luas.
Kecamatan Pulomerak memiliki luas wilayah 2062,99 Ha, bila dibandingkan dengan total luas Kota Cilegon maka luas Kecamatan Pulomerak hanya sekitar 6,80% saja. Kecamatan Pulomerakmemiliki 4 buah desa yaitu Desa Suralaya, Desa Lebakgede, Desa Tamansari dan Desa Mekarsari, dan yang menjadi titik pengamatan pada penelitian ini adalah hanya 2 desa, yaitu Desa Mekarsari dan Desa Tamansari.

3.8.2. Kependudukan
Penduduk Kecamatan Pulomerak berjumlah 45.656 Jiwa, terdiri dari Desa Suralaya 7.013 jiwa, Desa Lebakgede 11.856 jiwa, Desa Tamansari 15.000 jiwa, dan Desa Mekarsari 11.787 jiwa. Dengan kepadatan penduduk 856 orang/km2 serta laju pertambahan penduduk 2.8%.

3.8.3. Agama
Mayoritas penduduk Kecamatan Pulomerak memiliki semangat religious ke-Islaman yang kuat dengan tingkat toleransi yang tinggi, Sebagian besar anggota masyarakat memeluk agama islam, tetapi pemeluk agama lain dapat hidup berdampingan dengan damai.

3.8.4. Bahasa
Berdasarkan penelitian kami, Kecamatan Pulomerak memiliki berbagai bahasa yang pada umumnya mereka berbahasa Indonesia dan Sunda adalah para pendatang atau perantau dari luar kota. Sedangkan penduduk asli setempat berbahasa jawa.

BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN

4.1. Simpulan
Berdasarkan hasil pembahasan pada bab-bab sebelumnya, mencakup perbandingan kosakata yang ada di Kecamatan Pulomerak mengenai Kata ganti, sapaan dan acuan juga bagian tubuh dan system kekerabatan, maka dapat diambil simpulan berikut :
1.      Berdasarkan deskripsi perbandingan kosakata yang ada dari 35 daftar tanyaan yang disasarkan pada daftar kosakata hasil modifikasi peneliti, dapat disimpulkan bahwa di daerah titik pengamatan Desa Mekarsari dan Desa Tamansari ditemukan 35 kosakata yang menunujukan adanya perbedaan atau dialek bahasa antara keduanya.
2.      Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwasanya bahasa yang ada di Kecamatan Pulomerak adalah bahasa jawa dikarenakan bahasa sunda merupakan bahasa bawaan pendatang yang menetap di Kecamatan tersebut.

4.2. Saran
Penelitian ini hanya meliputi Kecamatan Pulomerak khusunya di 2 titik pengamata, yaitu Desa Mekarsari dan Desa Tamansari. Sehingga data yang diperolehpun hanya mencakup deskripsi perbedaan dan perbandingan kata kerabat serta korespondensi bunyi yng dipetakan di tiga daerah titik pengmatan tersebut, maka disarankan bagi para peneliti untuk melakukan penelitian lebih jauh lagi.
Berdasarkan hasil temuan yang menunujukan adanya kantung bahasa Jawa dan Sunda pada Kecamatan Pulomerak dan kemungkinan besar ditemukan juga pada desa lainnya yang belum diteliti. Maka dari itu, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan secara diakronik, sehingga dapat ketahui kemungkinan adanya kantung bahasa Jawa dan Sunda pada desa lainnya.

4 komentar: